DISTRIBUSI PAKAN TERNAK RUMINANSIA BERBASIS ANDROID OPERATING SYSTEM




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
                 Salah satu jenis peternakan yang berkembang di Indonesia adalah peternakan ruminansia. Ternak ruminansia merupakan jenis ternak yang memiliki struktur pencernaan ganda yaitu terdiri atas Rumen, Retikulum, Omasum, dan Abomasum.  Sistem pencernaan yang khas pada ternak ruminansia menyebabkan ternak tersebut mampu mengonversikan/mengubah bahan pakan yang berkualitas relatif rendah menjadi produk yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti daging dan susu. Produk yang bermanfaat dari ternak ruminansia inilah yang menjadi faktor berkembangnya peternaakan ruminansia di Indonesia, teruatama sapi. Hal ini dibuktikan berdasarkan sensus peternakan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat populasi sapi potong yaitu 13,59 juta ekor dan sapi perah 472.000 ekor. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan di Indonesia.
                 Usaha peternakan cukup berperan penting dalam mensejahterakan perekonomian masyarakat Indonesia, baik itu usaha peternakan kecil maupun usaha peternakan besar yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Menghadapi era persaingan global, pembangunan peternakan harus mampu mewujudkan peternakan yang maju, efisien dan tangguh. Peternakan tangguh merupakan kondisi dimana sumberdaya yang ada (modal, alam, tenaga kerja dan teknologi) dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga produk yang dihasilkan dapat memenuhi permintaan pasar baik secara regional, nasional maupun global (Soehadji, 1990). Namun keberhasilan dalam usaha peternakan, khususnya peternakan ruminansia, tidak bisa lepas dari efisiensi kualitas dan kuantitas pakan ternak. Hijauan pakan ternak atau sering disebut HPT merupakan bahan yang sangat penting bagi ternak ruminansia. Selain jumlahnya yang banyak dan mudah didapat dalam HPT juga terkandung berbagai macam zat zat penting yang sangat diperlukan oleh ternak. (literature tentang kandungan dalam HPT) Oleh karena itu, ketersediaanya juga harus tercukupi setiap saat demi keberhasilan dalam usaha peternakan.  
                 Kendala dalam penyediaan hijauan pakan ternak (HPT) terutama pada musim kemarau,kerap terjadi dalam bidang usaha peternakan ruminansia. Saat musim kemarau tiba, dimana curah hujan menjadi rendah, simpanan air tanah akan terus berkurang oleh penguapan (Kamir & Anne, 2008), kondisi ini akan menyebabkan sulitnya rerumputan untuk berkembang. Hal ini mengakibatkan kesulitan peternak dalam mencari hijauan pakan ternak yang sejatinya harus selalu tersedia dan tercukupi. Ketidakcukupan pakan ternak pada musim kemarau akan berdampak langsung terhadap kondisi ternak, sehingga perlu adanya antisipasi untuk mencukupi kebutuhan hijauan pada saat musim kemarau. Permasalahan lain juga muncul yaitu keterbatasan lahan. Menurut Jenny (2015) perkembangan populasi ternak ruminansia di Indonesia menunjukkan hal yang kurang menggembirakan, sehingga produksi daging dan susu nasional saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terkendalanya pengembangan populasi ternak ruminansia di Indonesia adalah semakin terbatasnya lahan pertanian.
                 Selama ini usaha antisipasi untuk mengatasi kendala kebutuhan pakan ternak ruminansia  adalah dengan pembuatan pakan awetan. Pakan awetan tersebut dapat berupa pakan awetan kering (Hay) maupun pakan awetan basah (Silase) yang dalam pembuatannya (Hay dan Silase), harus menggunakan komposisi dan prosedur yang tepat. Alternatif ini biasa digunakan oleh perusahaan peternakan besar dan maju yang memiliki teknologi yang cukup baik dan memadai. Sedangkan peternak kecil, yang kebanyakan  tinggal di daerah pedesaan, umumnya tidak melakukan alternatif tersebut karena keterbatasan pengetahuan, sehingga peternak tersebut akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pakan dimusim kemarau.
                 Peranan perkembangan teknologi diperlukan untuk mengatasi masalah bidang peternakan, salah satunya adalah teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat pesat dewasa ini memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan bisnis (Dedi, 2007). Salah satu bisnis tersebut adalah bisnis pakan ternak, yang dapat diperdagangkan secara online. Perdagangan secara online memberikan banyak kemudahan baik dari pihak pembeli maupun pihak penjual. Hal ini dapat diaplikasikan pada dunia peternakan yaitu sebuah sistem yang dapat mempermudah distribusi pakan ternak agar peternak dapat selalu memenuhi kebutuhan pakan ternak yang praktis dan cepat. Untuk itu kami sebagai mahasiswa peternakan, ingin menciptakan sebuah inovasi memanfaatkan perkembangan teknologi di dunia peternakan yaitu: “Go-Feed” (Usaha Aplikasi Penyedia Pakan Ternak Berbasis Android Operation System Sebagai Upaya Mempermudah Distribusi Pakan Ternak).

1.2 Rumusan Masalah
                 Dari uraian yang dipaparkan sebelumnya maka rumusan masalah yang akan dibahas yaitu :
1.      Bagaimana cara memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengatasi masalah peternakan.
2.      Bagaimana cara marancang aplikasi penyediaan Pakan Ternak berbasis Android Operation System untuk mempermudah mendistribusikan pakan ternak ruminansia.

1.3 Tujuan Program
                 Tujuan dari program ini adalah menghasilkan suatu inovasi aplikasi penyediaan pakan ternak berbasis Android Operation System sebagai upaya mempermudah distribusi pakan ternak yang dapat membantu peternak dalam mencukupi kebutuhan pakan ternak yang praktis, baik, dan berkualitas.

1.4 Luaran yang Diharapkan
                 Luaran yang diharapkan dari program kreativitas ini adalah:
1.      Terciptanya “GO-FEED” Aplikasi Usaha Penyediaan Pakan Ternak Berbasis Android Operation System, yang dapat dipatenkan.
2.      Artikel tentang Aplikasi Usaha Penyediaan Pakan Ternak Berbasis Android Operation System .

1.5 Manfaat
                 Manfaat yang bisa diambil dari PKM-KC ini ialah sebagai bentuk peranan mahasiswa dalam memajukan dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Selain itu juga dapat memberikan suatu terobosan baru dunia peternakan dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak yang praktis, cepat, dan pakan berkualitas.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ternak Ruminansia
           
            Ternak ruminansia adalah ternak yang mempunyai lambung ganda, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Ternak ruminansia dapat dibagi menjadi menjadi 2 kelompok, pertama kelompo ternak ruminansia besar yaitu sapi dan kerbau, dan kelompo ternak ruminansia kecil yaitu kambing dn domba (Blakely dan bade,1998). Ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba menjadi bioconverter pakan berserat tinggi seperti limbah pertanian, rumput-rumputan menjadi pakan yang berkualitas karena memiliki lambung yang majemuk. Peran ternak ruminansia menjadi sangat penting dalam prestise, status sosial, ekonomi, penyerapan tenaga kerja, maupun dalam menjaga dan mempertahankan keserasian lingkungan hidup (Sutrisno, 2002).


2.2 Sistem Pencernaan Ternak Ruminansia

            Organ pencernaan pada ternak ruminansia terdiri atas 4 bagian penting, yaitu mulut, lambung, usus halus dan organ pencernaan bagian belakang. Lambung ternak ruminansia terdiri atas 4 bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Rumen dan retikulum dipandang sebagai organ tunggal yang disebut retikulo-rumen, sedangkan sekum, kolon dan rektum termasuk organ pencernaan bagian belakang(Erwanto, 1995). Rumen dan retikulum dihuni oleh mikroba dan meruoakan alat fermentatif engan kondisi anaerob suhu 39oC (Sutardi, 1976). Didalam rumen terdapat mikroorganisme yang dikenal dengan mikroba rumen, melalui mikroba ini maka bahan bahan makanan yang berasal dari hijauan yang mengandung poliskarida kompleks, selulosa dan lignoselulosa sehingga menjadi bagian bagian sederhana. Selain itu, pati, karbohidrat, dan protein dirombak menjadi asam asetat, propional, dan butirat(Arora, 1989). Kapasitas keseluruhan dari keempat bagian tersebut adalah ruen 80%, retikulum 5%, omasum 7%, dan abomasum 8% (Church, 1988).


2.3 Bahan Pakan Ternak Ruminansia

            Pakan merupakan faktor yang sangat penting pada usaha peternakan sapi, baik hijauan maupun konsentrat. Kontinuitas penyediaan sangat penting menentukan keberhasilan usaha peternakan sapi karena karen sepanjang waktu sapi beerada dalam kandang. Pemberian pakan yang tidak kontinu dapat menimbulkan stress dan akan berakibat sapi menjadi peka terhadap berbagai penyakit dan terganggu pertumbuhnnya(Ahmad et al, 2004). Masalah utama dalam peningkatan produktivitas ternak adalah sulitnya menyediakan pakan secara berkesinambungan baik jumlah maupun kualitasnya. Faktor penting yang harus diperhatikan dalam peningkatan produktivitas ternak adalah ketersediaan pakan yang mencukupi secara kualitas dan kuantitas(S.H sitindaon, 2013).

2.4 “Go-Feed” Sebagai Aplikasi Penyedia Pakan Berbasis  Android Operation Sistem

            Melihat dari masalah-masalah tersebut, kami berencana membuat suatu aplikasi yang berbasis android Operation System yang kami namakan “GO-FEED”, sesuai namanya aplikasi ini adalah sebagai penyedia segala jenis pakan bagi ternak, khususnya bagi ternak ruminansia, mulai dari hijauan, konsentrat sampai dengan legum. Sasaran kami adalah mulai dari peternak skala kecil atau peternakan rakyat sampai dengan peternak sakla besar. Proses dalam aplikasi ini adalah pelanggan harus mendaftarkan diri sebagai member dengan cara log in dengan menggunakan email, setelah terdaftar, member tersebut langsung dapat memesan berbagai macam kebutuhan pakan sesuai kebutuhan, dan member dapat langsung mengetahui biaya pemesanan tersebut, kemudian member menyertakan alamatnya, dan setelah itu baru kami dapat mengirm setelah member membayar biaya transaksi.  




BAB III
METODE PELAKSANAAN

              Metode pelaksanaan dari Program Kreatifitas Mahasiswa ini digambarkan dalam diagram alir berikut:
                               Studi Literatur                                           Uji Kalayakan
 


                              Desain Go-Feed                                              Uji Coba
 


                          Persiapan Komponen                                      Perakitan Alat                             
                                                                           
                                        Gambar 1. Diagram alir metode pelaksanaan
              Penyusunan program ini didasarkan pada masalah yang bersifat aplikatif, yaitu perencanaan dan perealisasian sistem agar dapat menampilkan unjuk kerja sesuai dengan yang direncanakan dengan mengacu pada rumusan masalah. Langkah langkah untuk merealisasikan sistem yang akan dibuat adalah sebagai berikut:
3.1 Studi Literatur
              Studi literatur dilakukan untuk mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan teori yang mendukung dalam perencanaan perancangan aplikasi. Teori –teori yang dikaji yaitu hal-hal yang berhubungan dengan pentingnya pakan ternak dan perkembangan teknologi.




3.2 Desain Aplikasi
              Desain aplikasi diatas diharapkan dapat mempermudah transaksi. Pada tampilan awal terdapat sebuah menu Log In dengan memasukkan nama pengguna dan kata sandi. Apabila pengguna belum mendaftar sebagai member Go-Feed, pengguna baru dapat mendaftar dengan cara meng-klik tombol pendaftaran. Setelah log in atau pendaftaran selesai  akan muncul menu pilihan jenis pakan yang tersedia, yang dapat dipilih oleh  pengguna. Pada gambar diatas dicontohkan apabila pengguna memilih HPT, akan muncul berbagai jenis rumput beserta deskripsi dari rumput tersebut, kemudian dapat langsung ditambahkan kedalam daftar pesanan. Pada menu selanjutnya ditampilkan daftar pesanan apa saja yang dipesan oleh pengguna, pengguna juga dapat mengubah baik jenis maupun banyaknya pesanan dan harga dapat langsung diketahui. Untuk pengiriman pesanan, pengguna dapat memasukkan alamat di link  yang telah disediakan yaitu provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, Rt, dan Rw. Selain itu juga terdapat fasiltas GPS untuk memudahkan pencarian alamat dan tidak perlu memasukkan alamat secara manual. Pengguna juga dapat memasukkan keterangan lain pada link yang disediakan, informasi lain itu dapat berupa nomor hp dan sebagainya. Kemudian pada menu selanjutnya ditampilkan jumlah total harga belanja ditambah biaya pengiriman,pengguna dapat membayar secara langsung, dan dapat juga membayar setelah pesanan sampai.

3.3 Persiapan Komponen
              Persiapan komponen dimulai  dengan pencarian komponen alat-alat yang digunakan untuk membuat aplikasi Go-Feed, alat-alat tersebut diperoleh dari berbagai toko elektronik yang berada di Malang dan Surabaya. Pembuatan aplikasi ini terdiri dari beberapa komponen penunjang dan dua komponen utama, yaitu: (1) satu unit handphone sebagai tempat pembuatan aplikasi, (2) paket data untuk menginstal dan membuat aplikasi Go-Feed.
  
3.4 Pembuatan Go-Feed
              Dalam tahap ini semua alat alat akan digunakan untuk membuat aplikasi sesuai dengan desain Go-Feed.

3.5 Pengujian Aplikasi
              Pengujian awal berupa test drive awal terhadap aplikasi, kemudian ditentukan kekurangan dan kelemahan dari rancangan. Selain itu juga dilakukan pengujian terhadap kepraktisan dan kecepatan pelayanan dari aplikasi.

3.6 Uji Kelayakan Dan Penyempurnaan
              Data dari hasil test drive digunakan sebagai bahan analisa kelayakan. Analisa tersebut digunakan sebagai penilaian apakah aplikasi dapat dijalankan dengan baik atau tidak.




BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1     Anggaran Biaya

NO
Jenis Pengeluaran
Biaya (Rp)
1
Peralatan Penunjang
5.810.000
2
Bahan habis pakai
605.000
3
Perjalanan
1.010.000
4
Lain-lain
1.34.0000

Jumlah
8.765.000

4.2   Jadwal Kegiatan

KEGIATAN
BULAN 1
BULAN 2
BULAN 3
BULAN 3
PJ
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
Survei dan studi literature
















Galang
Pencari alat dan bahan
















Hani
Penyusunan komponen
















Galih
Uji coba alat
















Galih
Demonstrasi alat
















Fairuz
Evaluasi dan penyempurnaan progam
















Galang
Pembuatan laporan akhir
















Hani




DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, S.N., Siswansyah, D.D dan Swastika, D.K.S. 2004. Kajian Sistem Usaha Ternak Sapi Potong di Kalimantan Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.
Arora, S.P. 1989. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia.Yogyakarta: Penerbit Gajah Mada Pers.
Elisabeth, J and Simon P. Ginting. Pemanfaatan Hasil Samping Industri Kelapa  Sawit Sebagai Bahan Pakan Ternak Sapi Potong .Lokakarya Sistem Intregasi Kelapa Sawit-Sapi.110-119.
Fariani, A., Susantina, S., dan Muhakka.2014.Pengembangan Populasi Ternak Ruminansia Berdasarkan Ketersediaan Lahan Hijauan dan Tenaga Kerja di Kabupaten Organ Komering Ulu Timur Sumatra Selatan.Jurnal Peternakan Sriwijaya.vol (3):37-46.
Owens, F.N. and R. Zinn.1988.Protein Metabolism Of Ruminant Animals.In: D.C Churd (ED).The Ruminant Digestive Phisiology And Nutririon.Prentice Hall.Englewood Cliffs, New Jersey.Pp:227-249.
Prasetyo, Mukson E., B. M. Setiawan dan H. Setiyawan.2005. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Peternakan Di Jawa Tengah .Journal of Animal Agricultural Socio-economics.vol (1).
Rahadi, Dedi R.2007. Peranan Teknologi Informasi Dalam Peningkatan  Pelayanan Di Sektor Publik.Seminar Nasional Teknologi.Yogyakarta.
Sitindaon, S.H.2013. Inventarisasi Potensi Bahan Pakan Ternak Ruminansia Di Provinsi Riau.Jurnal Peternakan.Vol(10):18-23.
Sutardi T. 1977. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Kursus Peternakan Sapi Perah. Kayu Ambon, Lembang. DITJEN Peternakan- FAO.
Sutrisno, C.Imam.2002.Peranan Teknologi Pengolahan Limbah Pertanian Dalam Perrkembangan Ternak Ruminansia.Pidato Pengukuhan.Semarang.
Tabloid sinartani.2016.UBSUS SIWAB MENDONGKEL POPULASI SAPI.




Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Biodata Ketua Pelaksana
A.Identitas Diri
1.
Nama Lengkap
Galang Febrian Bagaskara
2.
Jenis Kelamin
Laki-laki
3.
Program Studi
Peternakan
4.
NIM
165050100111043
5.
Tempat Tanggal Lahir
Malang, 27 Februari 1998
6.
e-mail
7.
Nomor Telepon/HP
082285533299

B. Riwayat Pendidikan

SD
SMP
SMA
Nama Institusi
SDN 039 Lingga
SMPN 3 Lingga
SMKN 1 Lingga
Jurusan
-
-
Agribisnis Ternak Ruminansia
Tahun Masuk-Lulus
2004-2010
2010-2013
2013-2016
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No
Nama Pertemuan Ilmiah
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
-
-
-
-
D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir
No.
Jenis Penghargaan
Institus Pemberi Penghargaan
Tahun

-
-
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidakesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Description: Description: C:\Documents and Settings\Server\My Documents\My Pictures\img414.jpgDescription: Description: C:\Documents and Settings\Server\My Documents\My Pictures\img414.jpgDemikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan hibah program kreativitas mahasiswa.
Malang,  12 November 2016             





Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua
Description: Description: F:\logo-ub-new.pngKEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Jalan Veteran, Malang 65145, Indonesia
Telp. (0341) 551611, Fax. (0341) 565420
E-mail :rektorat@ub.ac.id            http://www.ub.ac.id
 


SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                                                   : Galang Febrian Bagaskara
NIM                                                    : 165050100111043
Program Studi                                     : Peternakan
Fakultas                                               : Peternakan

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-KARSA CIPTA saya dengan judul : Go-Feed (Usaha Aplikasi Penyedia Pakan Ternak Ruminansia Berbasis Android Operation System Sebagai Upaya Mempermudah Distribusi Pakan Ternak, yang diusulkan untuk tahun anggaran 2017 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber lain.
           
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

                                                                              Malang, 12 November 2016

Mengetahui,
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya




Dr. Ir.Osfar Sjofjan, M.Sc
NIP. 19600422 198811 1 001


Ketua Pelaksana Kegiatan






Galang Febrian Bagaskara
 NIM. 165050100111043

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENYEBAB LAMBATNYA KEMAJUAN PETERNAKAN INDONESIA